Dari DaerahFokusHukum & Kriminal

Hipma-Halteng Jabodetabek Desak Pemerintah, TNI dan Polri Segera Usut Tuntas Kasus Pembunuhan di Hutan Patani

HALTENG, Koridormalutnews.com– Pada tanggal 20 Maret kemarin telah terjadi pembunuhan terhadap tiga orang warga Patani oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di hutan Patani Timur, Halmahera tengah.

Peristiwa ini bukanlah kali pertama terjadi, sebelumnya pada 29 Maret 2019 silam, di kali hutan Waci, kecamatan Maba Selatan, Halmahera timur juga pernah terjadi hal serupa.

Di kejadian kali ini, meskipun seluruh korban yang secara keseluruhan tercatat berjumlah tujuh orang telah berhasil dievakuasi oleh pihak TNI-Polri yang dibantu oleh masyarakat setempat. Akan tetapi, proses hukum mulai dari penyelidikan hingga penyidikan untuk menangkap pelaku pembunuhan tersebut masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Oleh sebab itulah, Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Tengah (Hipma Halteng) daerah Jabodetabek meminta agar pihak TNI, Polri dan Pemerintah daerah Halmahera tengah bertindak cepat dan profesional untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan ini.

Upaya mencari tahu dalang dibalik kasus pembunuhan ini, Kapolres Halteng, AKBP Nico A Setiawan mengatakan bahwa dugaan pelakunya adalah suku tugutil, oleh karenanya dia meminta kepada masyarakat agar jangan dulu beropini yang tidak pasti, sebab sementara ini semuanya masih bersifat dugaan.

“Jangan dulu beropini yang tidak-tidak, sementara ini semuanya bersifat sementara” sebut Nico

TNI, Polri, Pemerintah daerah hingga Pemerintah pusat harus bersinergi untuk menyelesaikan setiap kasus pembunuhan yang terjadi guna mencegah agar kemungkinan-kemungkinan buruk dapat terjadi.

Dengan demikian, dalam rilis yang diterima Koridormalutnews.com, jum’at (26/3) menyatakan bahwa pihak Hipma Halteng Jabodetabek menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya ialah mendesak Kepala negara Republik Indonesia, Joko Widodo untuk segera memerintahkan Polri dan TNI membentuk tim investigasi guna melakukam pencarian pelaku pembunuhan tersebut.

Kemudian, mendesak Bupati Halteng untuk memberikan perhatian khusus terhadap peristiwa pembunuhan ini dengan memerintahkan dinas terkait untuk membentuk tim Independent Pencari Fakta (TPF) untuk mengungkap kebenaran atas peristiwa ini.

Hipma Halteng juga berharap kepada Polres Halmahera Tengah untuk tidak terlalu cepat menyampaikan dugaan pelaku tindak pidana pembunuhan tanpa melalui proses penyelidikan yang memadai.

Sebab kaitannya dengan dugaan tindak pidana perlu didukung dengan alat bukti yang cukup untuk menerangkan secara jelas. Sebab dugaan tanpa proses penyelidikan maka dapat memunculkan permusuhan berbasis Sara di kalangan masyarakat. (Red)

Tampilkan Lebih Banyak

Koridor Malut

Koridormalutnews.com adalah media online berbasis di Ternate dan fokus untuk wilayah Maluku Utara.

Artikel Terkait

Back to top button
Close