FokusPolitik & Pemerintahan

Kaji Dampak Ekonomi Pembangunan Bandara Loleo, Pemkot Tikep Datangkan Peneliti UI

TIDORE, Koridormalutnews.com– Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Pemkot Tikep) menggandeng Universitas Indonesia (UI) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mengkaji dampak ekonomi masyarakat dari pembangunan Bandara Sultan Nuku.

Walikota Tidore Kepulauan, Capt Ali Ibrahim,sabtu (13/3/) mendampingi para peneliti secara langsung untuk meninjau lokasi bandara di Dusun Loleo, desa Aketobololo, kecamatan Oba.

Menurut dia, pembangunan bandara tersebut tidak semata hanya untuk aktivitas penerbangan dari suatu daerah ke daerah lain, melainkan memiliki impact (dampak) bagi masyarakat, khususnya yang berada di lingkar bandara.

“Untuk itu kami (Pemkot) datangkan tim dari UI dan Bappenas agar membuat kajian, agar dapat diketahui dampaknya bagi masyarakat kami,”ucap Walikota yang telah menukangi Tikep selama dua periode ini

Pemkot Tikep sendiri telah menunjukkan komitmennya untuk mendorong pembangunan bandara tersebut. Hal Ini bisa dilihat dari empat dokumen penting sebagai syarat pengusulan lokasi bandara ke Kementerian Perhubungan RI.

Dokumen yang disiapkan oleh Pemkot Tikep tersebut yang pertama adalah rekomendasi Walikota dan Bupati tentang persetujuan rencana lokasi bandara. Kedua, surat pernyataan kesanggupan penyediaan lahan untuk pembangunan bandara. Ketiga, surat kesanggupan untuk mengamankan dan mengendalikan tata guna lahan sekitar bandara dan yang terakhir ialah surat keterangan lokasi bandara tidak terletak di taman nasional, kawasan lindung serta daerah cagar alam/budaya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Maluku Utara ini juga menghimbau kepada masyarakat agar bersama-sama mendukung rencana pembangunan bandara ini.

“Kita berharap ini segera terealisasi, agar ekonomi kita semakin tumbuh dan bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya (Andre)

Label
Tampilkan Lebih Banyak

Koridor Malut

Koridormalutnews.com adalah media online berbasis di Ternate dan fokus untuk wilayah Maluku Utara.

Artikel Terkait

Back to top button
Close