Aksi DemoHeadlinePeristiwaTerkini

Mahasiswa UNIPAS Kepung Kantor DPRD Morotai

MOROTAI,koridormalutnews.com- Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa di UNIPAS Kabupaten Pulau Morotai, unjuk rasa di halaman kantor DPRD, siang tadi, Kamis (8/10/2020), menolak omnibus law undang-undang cipta kerja.

Massa sempat membakar ban bekas, sehingga menimbulkan asap tebal menutupi kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai. Aksi unjuk rasa dilakukan oleh para mahasiswa, karena melihat undang-undang cipta kerja bukan solusi bagi rakyat Indonesia, sebab bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Ketua GMNI Cabang Morotai, Crisnadi Wairo meminta DPRD, agar mengeluarkan surat rekomendasi pencabutan undang-undang cipta kerja yang disahkan oleh DPR RI pada 5 Oktober 2020. Permintaan massa ini diterima anggota Fraksi PKS Rasmin Fabanyo, yang saat itu hanya dirinya berkantor, sedangkan koleganya tidak masuk.

Ia menyatakan Fraksi PKS di DPR RI menolak omnibus law undang-undang cipta kerja, karena dinilai terdapat cacat hukum dan tidak terbuka, bahkan terlalu cepat dilakukan pengesahan tanpa pembahasan yang baik.

Selain itu, Fraksi PKS menolak karena undang-undang cipta kerja lebih berpihak kepada investor asing, padahal kita tahu bersama Indonesia rata-rata bekerja sebagai buruh, petani dan nelayan. Sehingga itu, mana mungkin UU ini diterima kalau hak-hak petani, buruh dan nelayan dizalimi.

Reporter : Athy Juliyati
Editor : Kusniadi

Label
Tampilkan Lebih Banyak

Koridor Malut

Koridormalutnews.com adalah media online berbasis di Ternate dan fokus untuk wilayah Maluku Utara.

Artikel Terkait

Back to top button
Close